GULUNDUNG SEBAGAI MEDIA BELAJAR

Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang didesain maupun non desain belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Sebagian besar guru kecenderugan dalam pembelajaran memanfaatkan buku teks dan guru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington (1984), bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan. Keadaan ini diperparah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar juga masih bergantung pada kehadiran guru, kalau guru tidak hadir maka sumber belajar lain termasuk bukupun tidak dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Oleh karena itu kehadiran guru secara fisik mutlak diperlukan, disisi lain sebenarnya banyak sumber belajar disekitar kehidupan peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran.

Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang sangat besar karena dengan penggunaan media dalam pembelajaran menunjukkkan semakin banyaknya alat indera siswa yang terlibat. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk memperoleh  pembelajaran semakin besar pula kemungkinan siswa untuk mengerti dan memahami pelajaran tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat (Grinder dalam Melvin l Silberman, 2006: 28) bahwa “ Dari setiap 30 siswa, 22 di antaranya rata-rata dapat belajar secara efektif selama gurunya menghadirkan kegiatan belajar yang berkombinasi antara visual, auditori dan kinestetik.  Selain itu, Azhar Asryad (1997:9) mengemukakan bahwa Belajar dengan menggunakan indera ganda – pandang dan dengar memberikan keuntungan bagi siswa.  Dari pendapat  tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya menghadirkan/ melibatkan semua indera dalam kegiatan belajar mengajar.

Sehingga, banyak terdengar keluhan bahwa pelajaran matematika membosankan, tidak menarik, dan bahkan penuh misteri. Ini disebabkan karena pelajaran matematika dirasakan sukar, gersang, dan tidak tampak kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Kenyataan ini adalah sebuah presepsi yang negatif terhadap matematika. Sementara itu, ada juga siswa yang sangat menikmati keasyikan bermain dengan matematika, mengagumi keindahan matematika dan tertantang untuk memecahkan setiap soal matematika. Kedua persepsi ini pasti ada dalam pendidikan matematika dimana-mana. Masalahnya adalah mengapa persepsi negatif lebih banyak terdengar daripada persepsi positif. Mengapa?

Banyak hal yang dapat dikaji untuk mengungkap masalah persepsi negatif ini. Ada kemungkinan bersumber dari porsi materi matematikanya yang sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual siswa; ada kemungkinan bersumber dari strategi pembelajarannya yang menyajikan aturan-aturan yang penuh misteri, tidak jelas asal-usulnya. Demikian juga sebaliknya, banyak hal yang dapat diupayakan untuk membentuk persepsi positif terhadap matematika.

Berkenaan dengan hal di atas maka sangat perlu adanya perubahan dalam sistem pembelajaran matematika. Salah satunya dengan mengoptimalkan sumber belajar yang ada di sekitar kita.

Untuk siswa yang berada di sekitar Kp.Cisitu Kecamatan Cibeber, mungkin Gulundung sudah tidak asing lagi, hal ini disebabkan karena disetiap pekarangan dan belakang rumah mereka terdapat banyak gulundung.  Gulundung  adalah sebuah alat  tradisional berbentuk tabung, yang fungsinya untuk menghancurkan batu emas menjadi lumpur emas, sehingga setelah menjadi lumpur maka akan lebih mudah memisahkan antara bijih emas dengan materi yang lainnya. Pemisahan materi ini dengan menggunakan zat kimia yang sering disebut Kuik (Merkury/air raksa).

Mungkin penulis tidak akan membahas begitu dalam mengenai pengolahan emas secara terperinci. Disini, penulis akan mengkerucutkan masalah dengan melihat gulundung dari segi geometri saja. Secara geometri, Gulundung merupakan geometri ruang yang berbentuk tabung, dimana setiap tutup tabung (alas) merupakan bidang lingkaran.

Dari beberapa masalah yang dikemukakan diatas, penulis mencoba untuk membenahi  metode pembelajaran dengan mengoptimalkan sumber belajar yang ada disekitar lingkungan sekolah salah satunya Gulundung sebagai media belajar dalam pokok bahasan Garis Singgung persekutuan luar Lingkaran  pada siswa kelas VIII SMPN Satu Atap 7 Cibeber

4 comments on “GULUNDUNG SEBAGAI MEDIA BELAJAR

  1. NUMPANG INFO YA BOS, bila tidak berkenan dihapus saja🙂

    LOWONGAN KERJA PENAWARAN GAJI SAMPAI 15 JUTA/Bulan

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan, Yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, dikantor/diwarnet yang memiliki koneksi internet
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta RUPIAH
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA per data Rp10rb rupiah, “Bila Anda Sanggup” mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50data=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan = Rp500rb x 30hari = Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://entrydatagroup.blogspot.com/

  2. katanya…..guru yg profesional adalah guru yang pandai memanfaatkan media pemb. yg ada dilingkungan sekitarnya. gulundung salah satunya. Ini merupakan sebuah temuan baru yg identik dengan pendekatan “learning is fun”. coba bgm tidak…….. belajar sambil bermain dapat menghasilkan uang pula (ngan batu meuli heula meuren nya). Tapi sekolah perlu melakukan terobosan-terobosan baru bagi membuka etos kerja yang efektif. Filosofi learning to know/belajar utk mengetahui, learning to do/belajar utk melakukan; learning to be/bljr utk menjadi dirinya sendiri; dan learning to live together/ belajar untuk kebersamaan,ini menjadi dasr pemikiran dan sebuah perencanaan seksama.
    OK LASKAR TERUSKAN PERJUANGANMU!!!

    • Iya kang, dengan keterbatasn kita bisa berbuat yang lebih positif, dengan keterbatasan kita menambah keininginan untuk maju…. Hidup Guru Indonesia majukan setiap langkah positif, demi kemajuan Pendidikan Indonesia… Nuhun Kang Attention-nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s