Media Gambar Dalam Pembelajaran

Pada saat kegiatan pembelajaran tidak semua siswa mampu berkonsentrasi dalam waktu relatif lama atau menyerap semua pelajaran yang diberikan guru. Mereka sering terpengaruh dengan hal-hal sepele antara sesama siswa didalam kelas. Guru harus mampu menarik perhatian siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung, sehingga siswa mampu berperan aktif dalam proses pembelajaran agar tercapai hasil belajar yang optimal.

Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.

Edgar Dale dalam Saragih (2007) yang terkenal kerucut pengalaman (Cone of experience) mengemukakan bahwa pengalaman belajar seseorang 75% diperoleh melaui indra penglihatan (mata), 13% melalui indra dengar (telinga), dan selebihnya melalui indra lain. Menurut Djamarah (2002), media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Djamarah membagi media ke dalam :

  1. Media auditif, yaitu media hanya mengandalkan kemampuan suara
  2. Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan penglihatan
  3. Media audiovisual yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam :

1)      Media sederhana

Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh, dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.

2)      Media kompleks

Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

Sudjana dan Rivai yang dikutip Azhar (2003), mengemukakan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa yaitu :

  1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
  2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pengajaran.
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui kata-kata guru, sehingga siswa tidak merasa bosan.
  4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan, dan lain-lain.

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan, media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun (Djamarah, 2006)

Menurut Sadiman (2006) beberapa kelebihan media gambar adalah sebagai berikut :

1)   Sifatnya konkrit

2)   Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu

3)   Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita

4)   Memperjelas suatu masalah

5)   Harganya murah, mudah di dapat.

2 comments on “Media Gambar Dalam Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s