Media Pembelajaran ONLINE

Pada jaman sekarang untuk menyampaikan sebuah keinginan, banyak media jejaring untuk menyampaikannya. Kita perhatikan mungkin sebagian besar anak-anak kita dari SD sampai Mahasiswa sudah tidak lagi “kepo” tentang jejaring sosial baik itu facebook, twitter atau yang lainnya. Dari kenyataan itu kita sebagai pendidik ataupun calon pendidik mungkin jangan lagi merasa tabu kepada media jejaring sosial tadi.
Penyampaian keinginan, tempat curhat, dan keinginan yang lainnya bisa terlihat pada setiap status atau twitt yang disampaikan oleh anak-anak kita melalui facebook, twitter dan media jejaring sosial lainnya. Dari keadaan itu, mungkin salah satu dari media belajar yang cocok digunakan adalah Media Online.

1. Strategi Penyampaian Pembelajaran
Mengenai strategi penyampaian pembelajaran  menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran, kegiatan belajar apa yang dilakukan siswa, dan dalam  struktur belajar mengajar yang bagaimana. Strategi pengelolaan menekankan pada penjadualan penggunaan setiap komponen strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian pembelajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.

Strategi penyampaian (delivery strategy) mengacu kepada cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan pembelajaran kepada si belajar, dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari si belajar. Oleh karena fungsinya seperti ini, maka strategi ini juga dapat disebut sebagai metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Gagne dan Briggs (1979:175) menyebut strategi ini dengan delivery system, yang didefinisikan sebagai “the total of all components necessary  to  make  an  instructional    system    operate    as    intended“.    Dengan demikian, strategi penyampaian mencakup lingkungan fisik, guru, bahan-bahan pembelajaran, dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Atau, dengan ungkapan lain, media  merupakan satu komponen penting dari strategi penyampaian pembelajaran. Itulah sebabnya, media pembelajaran  merupakan bidang kajian utama strategi ini.

Secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu:
(1)  Media pembelajaran,
(2)  Interaksi si-belajar dengan media,
(3)  Bentuk (struktur) belajar-mengajar.

Media pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada si-belajar, apakah itu orang, alat, atau bahan.

Interaksi si-belajar dengan media adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan apa yang dilakukan oleh si-belajar dan bagaimana peranan media dalam merangsang kegiatan belajar itu.

Bentuk belajar mengajar adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran  yang mengacu kepada apakah siswa belajar dalam kelompok besar, kelompok kecil, perseorangan, ataukah mandiri.

2. Media Pembelajaran
Martin dan Briggs (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Ini bisa  berupa perangkat keras, seperti HP, komputer, televisi, proyektor, dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat-perangkat keras itu. Dengan menggunakan batasan Martin dan Briggs, guru juga termasuk media pembelajaran  sehingga merupakan bagian dari kajian strategi penyampaian.
Media online, umpamanya, tidak terikat oleh waktu dan ruang. Media ini menyajikan sesuatu yang sudah berlalu dan dapat diulangi.

Kaitan dengan strategi penyampaian, Dibedakannya menjadi enam: pembelajaran kelas besar, pembelajaran perseorangan, pembelajaran kelompok kecil, belajar mandiri, belajar/praktek di lapangan kerja, dan belajar di rumah; dengan media pembelajaran, serta mengaitkan kedua hal ini dengan jenis kegiatan belajar, metode pembelajaran, dan peranan guru.

Komunikasi antara guru dan siswa tidak hanya sebatas di dalam ruangan kelas, mereka bisa belajar dan berinteraksi dimana saja. Email, facebook, twitter dan blog menjadi media komunikasi interaktif pembelajaran jarak jauh antara siswa dan guru serta dengan komunitas lainnya di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan media online tersebut maka kegiatan pembelajaran sekarang ini tidak hanya dilakukan di ruang kelas dengan waktu yang terbatas, namun bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja.

Pemanfaatan teknologi Media Online dalam pembelajaran diharapkan membawa perubahan pula pada pendekatan mengajar dan belajar. Dengan memanfaatkan teknologi dan informasi (media online)tersebut, pembelajaran dapat dibuat menjadi jauh lebih menarik, efektif dan efisien jika dirancang dengan baik.

Dibalik semua kelebihan dari alat peraga maya online ini, maka beberapa kemungkinan yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaannya adalah adanya gangguan jaringan yang menyebabkan proses loading tidak lancar, kemudian perhatikan juga tingkat literacy siswa terhadap komputer dan internet, jangan sampai terjadi siswa justru merasa lebih sulit menggunakan alat peraga dikarenakan belum terbiasa dengan program yang digunakan.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi dunia pendidikan kita. آمِينَْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

(sumber referensi : di kutip dari beberapa media online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s